BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
yang bekerja sebagai pak ogah di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung, viral di media sosial.
Korban, Mera Aprijal (39), menjadi sasaran serangan sekelompok pria hingga mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan perputaran Pool Bus Rosalia, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu.
Berdasarkan penyelidikan polisi, insiden bermula ketika dua pria mendatangi korban yang sedang membantu pengendara memutar kendaraan dan diduga meminta beragam uang.
Penolakan korban kemudian memicu cekcok yang berlanjut menjadi perkelahian. Situasi berubah semakin brutal setelah sekitar delapan pria lainnya datang ke lokasi dan diduga ikut menyerang korban. beragam pelaku disebut membawa senjata tajam saat melakukan pengeroyokan tersebut.
Kapolsek Labuhan Ratu AKP Ono Karyono mengungkapkan, serangan itu menyebabkan korban mengalami beragam luka serius. Mera mengalami luka bacok pada bagian kepala dan punggung, jari kelingking tangan kiri putus, serta mengalami patah kaki kiri.
"Korban saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung," kata Ono, Senin (14/9/2026).
Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian berhasil menangkap satu dari enam terduga pelaku yang telah teridentifikasi. Terduga pelaku bernama Rino Putra Berlian diamankan di rumahnya di kawasan Jalan Sultan Agung, Gang Tirtayasa, Kelurahan Sepang Jaya, pada Senin (14/9/2026).
Penangkapan dilakukan tim gabungan Resmob/URC Polresta Bandar Lampung, Unit Kamneg Sat Intelkam Polresta Bandar Lampung dan Polsek Labuhan Ratu.
Ono mengungkapkan, polisi masih memburu lima terduga pelaku lainnya yang masing-masing berinisial Heri, Tio, Aldo, Riski dan Bangdi. Polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV dari lokasi kejadian serta sebuah batu yang diduga digunakan dalam pengeroyokan.
"Tim gabungan masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap lima orang lainnya," ujarnya.
Polisi turut mendalami latar belakang para terduga pelaku, termasuk dugaan keterlibatan salah satu pelaku dalam perkara pidana sebelumnya.