Friday, 02 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Parosil: Sudah Dikasih Seragam Gratis dan MBG, Jangan Ada Lagi Anak Putus Sekolah

02 October 2026 11:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Parosil: Sudah Dikasih Seragam Gratis dan MBG, Jangan Ada Lagi Anak Putus Sekolah
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Sebanyak 575 siswa di Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, menerima bantuan tiga setel seragam sekolah dan buku tulis gratis dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Bantuan tersebut diserahkan dalam acara yang dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tati Sulastri, beragam kepala OPD, camat, peratin, kepala sekolah serta tamu undangan lainnya, Jumat (2/10/2026).

Setiap siswa penerima mendapatkan tiga setel seragam yang terdiri dari seragam Merah Putih, Pramuka dan batik. Selain pakaian sekolah, para siswa juga menerima bantuan buku tulis sebagai bagian dari program perlengkapan pendidikan gratis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Bantuan tersebut mendapat sambutan dari para wali murid. Salah seorang perwakilan wali murid, Furqon, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin atas program bantuan seragam sekolah yang dinilai telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut Furqon, bantuan tiga setel seragam sekolah tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak. Ia menginginkan bantuan yang diberikan dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkesinambungan.

"Pertama, kami menghaturkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Lampung Barat yang sudah memberikan seragam gratis. Alhamdulillah, bantuan ini sudah terasa manfaatnya oleh kami semua dan mudah-mudahan sangat bermanfaat bagi kami sebagai wali murid," kata Furqon.

Ia juga menyampaikan harapan agar program seragam sekolah gratis tetap dilanjutkan pada 2027. Selain tiga jenis seragam yang telah diberikan, para wali murid menginginkan pemerintah dapat mempertimbangkan tambahan perlengkapan sekolah lainnya, seperti seragam olahraga, sepatu dan tas.

"Harapan kami untuk ke depan, tahun 2027 tetap berjalan berkesinambungan sehingga program yang disalurkan insyaallah bisa bermanfaat. Kami juga menginginkan ada tambahan seragam olahraga, sepatu dan tas sekolah. Itu harapan kami sebagai wali murid," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan program bantuan seragam gratis akan terus diupayakan agar dapat dirasakan masyarakat. Ia bahkan menyampaikan rencana peningkatan jumlah bantuan seragam pada tahun 2027 menjadi empat setel, dengan catatan tidak ada lagi pungutan untuk pengadaan pakaian sekolah.

Parosil menyoroti masih adanya pungutan untuk pengadaan pakaian olahraga di sekolah. Menurutnya, seragam olahraga tidak harus dibuat dengan model atau warna yang sama karena acara olahraga siswa juga beragam, mulai dari lari, bulu tangkis, senam dan berbagai aktivitas olahraga lainnya.

"Kalau senang menerima seragam gratis, insyaallah tahun depan 2027 saya menginginkan bantuannya menjadi empat setel, dengan catatan tidak ada lagi pungutan untuk baju. Karena sekarang masih ada pungutan untuk baju olahraga," kata Parosil.

Ia menyampaikan pakaian olahraga dapat dibuat lebih beragam, termasuk dari sisi warna, selama tetap sesuai kebutuhan siswa. Menurutnya, yang terpenting pakaian tersebut dapat digunakan dengan nyaman dan membuat siswa senang saat mengikuti acara olahraga di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Parosil juga menyinggung pentingnya memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah di Kecamatan Pagar Dewa. Ia menilai berbagai program pemerintah, termasuk pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dan seragam sekolah gratis, harus menjadi bagian dari dukungan agar anak-anak tetap bersekolah.

"Jadi aneh kalau ada anak putus sekolah, sudah dikasih MBG, dikasih seragam gratis oleh Pak Bupati. Jadi harapan saya di Pagar Dewa tidak ada lagi kasus putus sekolah," ujarnya.

Selain program seragam gratis, Parosil menyampaikan beragam program pendidikan lainnya yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Di antaranya beasiswa kedokteran, seni budaya, bahasa daerah, PGSD, kewirausahaan serta program beasiswa Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) yang merupakan pendidikan kedinasan.

Untuk program STTD, Parosil meminta informasi mengenai pendaftaran beasiswa tersebut disebarluaskan kepada masyarakat. Ia menyebut penerima program tersebut diwajibkan bersekolah di tingkat SMA/SMK di Lampung Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun, lulusan program tersebut berpeluang kembali ke Lampung Barat untuk bekerja sebagai aparatur sipil negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Parosil juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan memberikan perhatian kepada mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi, termasuk Universitas Lampung (Unila), Universitas Islam Negeri (UIN) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera). Ia meminta calon penerima bantuan menyiapkan surat pernyataan sebagai bukti telah diterima di perguruan tinggi untuk mendapatkan bantuan pemerintah sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pendidikan. Menurutnya, keberlanjutan pendidikan hingga perguruan tinggi juga menjadi salah satu tolok ukur kualitas pendidikan di Lampung Barat.

Selain pendidikan, Parosil meminta jajaran kesehatan hingga pemerintahan tingkat pekon meningkatkan penanganan stunting. Ia meminta puskesmas, bidan desa dan perawat berkoordinasi dengan peratin dalam melakukan upaya pencegahan dan penanganan stunting. Menurutnya, persoalan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas KB, Dinas Pekerjaan Umum serta beragam perangkat daerah lainnya.

Menutup arahannya, Parosil mengingatkan camat dan peratin agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Ia menyebut curah hujan mulai meningkat sehingga pemerintah di tingkat kecamatan dan pekon perlu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi akibat perubahan kondisi cuaca. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari