BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(Kesra) menggelontorkan anggaran sebesar Rp444 juta dari APBD Tahun Anggaran 2026 untuk menggelar Pengajian Akbar bersama Ustaz Das'ad Latif di Masjid Islamic Center, kawasan Sekuting Terpadu, pada 29 September 2026. acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Kabupaten Lampung Barat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Lampung Barat, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa anggaran acara tersebut terbagi dalam tiga komponen utama, yakni honorarium dan akomodasi penceramah, konsumsi jamaah, serta penyediaan tenda dan perlengkapan acara. Seluruh pembiayaan acara bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Barat Tahun Anggaran 2026.
Bambang menjelaskan, anggaran untuk honorarium dan akomodasi Ustaz Das'ad Latif, termasuk pajak, mencapai Rp90 juta. Sementara itu, belanja makan dan minum untuk target 8.000 orang dialokasikan sebesar Rp204 juta setelah dipotong pajak. Adapun penyediaan tenda berukuran besar, kursi, tata suara, serta panggung atau rigging menelan anggaran Rp150 juta setelah dipotong pajak.
Dari rincian tersebut, belanja konsumsi menjadi komponen pengeluaran terbesar, yakni sekitar 45,9 persen dari total anggaran Rp444 juta. Jika dihitung berdasarkan target 8.000 orang, anggaran konsumsi tersebut setara dengan Rp25.500 per orang. Sementara itu, penyediaan tenda dan perlengkapan acara mengambil porsi sekitar 33,8 persen, sedangkan honorarium dan akomodasi penceramah mencapai sekitar 20,3 persen.
Menurut Bambang, jumlah jamaah yang menghadiri pengajian akbar tersebut melampaui target 8.000 orang. Pelaksanaan acara juga berlangsung lancar dengan dukungan cuaca yang baik serta kehadiran Orang nomor satu di Lampung sebagai undangan utama. Ia menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan sesuai harapan tanpa kendala berarti.
Setelah acara selesai, panitia langsung melakukan pemberesan, pembersihan, dan pembongkaran perlengkapan bersama pihak-pihak yang terlibat. Bambang menyampaikan bahwa hingga sore menjelang Magrib, lokasi acara telah kembali bersih dan tidak menyisakan sampah yang berserakan. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja sama panitia dan seluruh pihak yang membantu pelaksanaan acara.
Meski acara berjalan lancar, besarnya anggaran yang digunakan menjadi bagian penting dalam melihat pelaksanaan pengajian akbar tersebut. Dengan total pembiayaan mencapai Rp444 juta, belanja konsumsi sebesar Rp204 juta menjadi pos terbesar yang mendukung pelayanan kepada ribuan jamaah. Pengelolaan anggaran acara yang bersumber dari APBD juga menjadi bagian dari pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada masyarakat.
Di sisi lain, penyediaan fasilitas berupa tenda, kursi, tata suara, dan panggung dengan anggaran Rp150 juta turut menjadi komponen penting dalam menunjang pelaksanaan acara. Sementara itu, alokasi Rp90 juta untuk honorarium dan akomodasi penceramah digunakan untuk mendukung kehadiran Ustaz Das'ad Latif dalam pengajian akbar yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-35 Lampung Barat.
Bambang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan acara tersebut. Evaluasi yang dilakukan panitia menunjukkan bahwa pelaksanaan acara berjalan lancar, jumlah jamaah melampaui target, dan kebersihan lokasi dapat segera dipulihkan setelah acara berakhir.
Ke depan, Bambang menginginkan kinerja penyelenggaraan acara serupa dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Perencanaan yang matang, koordinasi antarpihak, serta pelaksanaan yang tertib diharapkan terus menjadi perhatian agar acara pemerintah daerah dapat berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Namun, di balik kelancaran pelaksanaan acara, beberapa jamaah mengeluhkan tidak kebagian konsumsi saat menghadiri pengajian akbar tersebut. Keluhan itu menjadi perhatian karena berdasarkan keterangan Bambang, anggaran konsumsi sebesar Rp204 juta disiapkan untuk target 8.000 orang, sedangkan jumlah jamaah yang hadir disebut melampaui target.
beberapa jamaah mempertanyakan realisasi penyediaan 8.000 porsi konsumsi tersebut karena di lapangan masih ada peserta yang mengaku tidak mendapatkan makanan. "Ini kan katanya sudah disiapkan semua nya, tapi buktinya kami tidak kebagian, apakah 8000 itu hanya angka atau seperti apa," kata salah satu jamaah saat itu.
Dengan jumlah peserta yang melampaui target, distribusi konsumsi menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan acara berskala besar. Keluhan jamaah tersebut menunjukkan bahwa selain kelancaran acara dan kebersihan lokasi, pemenuhan kebutuhan peserta juga perlu menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan pengajian akbar yang dibiayai menggunakan APBD Kabupaten Lampung Barat. (*)