Monday, 05 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pertemuan Arus Hingga Antrean SPBU Bikin Bawah Flyover MBK Macet, Dishub Tebar Skema Baru

05 October 2026 16:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Pertemuan Arus Hingga Antrean SPBU Bikin Bawah Flyover MBK Macet, Dishub Tebar Skema Baru
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG- Pemkot Bandar Lampung menaruh perhatian serius terhadap persoalan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Jalan Teuku Umar, khususnya di sekitar Mall Boemi Kedaton (MBK) dan bawah flyover.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengakui kawasan tersebut masih menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas paling krusial, terutama menjelang akhir pekan.

"Memang salah satu kendala kita. Bunda mau koordinasi sama Polresta yang baru, harapan kita ada solusi," ujar Eva Dwiana.

Menurut Eva, meski keberadaan flyover dan penataan lalu lintas telah membantu, peningkatan volume kendaraan di sekitar MBK membuat penumpukan arus sulit dihindari pada jam-jam sibuk.

"Untuk bagaimana caranya MBK tidak macet lagi, terutama pada hari-hari tertentu. Apalagi malam Minggu atau Sabtu," tutur Eva.

Guna mencari jalan keluar yang efektif, Pemkot akan menggelar koordinasi lintas sektor bersama Polresta Bandar Lampung serta pihak manajemen MBK.

Uji Coba Berbagai Skema Rekayasa

Secara terpisah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung menyebutkan saat ini tengah memetakan dan menguji coba beberapa moda rekayasa lalu lintas di bawah flyover MBK.

Kepala Dishub Kota Bandar Lampung Socrat Pringgodanu menjelaskan, skema penanganan arus di kawasan tersebut sejauh ini belum masuk tahap final.

"Di bawah flyover MBK kita sedang uji coba beberapa moda rekayasa. Sampai saat ini belum final," kata Socrat seusai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (5/10/2026).

Socrat memaparkan, penumpukan kendaraan dipicu oleh tingginya volume arus dari berbagai penjuru, mulai dari Tanjung Karang menuju Way Halim maupun sebaliknya ke arah Rajabasa.

Selain tingginya volume kendaraan pada jam sibuk, keberadaan antrean pengisian BBM di SPBU sekitar kawasan MBK turut memperparah kondisi lalu lintas.

"Antrean BBM itu ada pengaruhnya, menyumbang tambah padatnya lalu lintas di daerah MBK," ungkapnya.

Pemisahan Jalur Hingga Penutupan U-Turn

sebagian opsi taktis telah diterjunkan Dishub di lapangan, mulai dari memisahkan pergerakan kendaraan roda dua dan roda empat, membatasi titik persimpangan, hingga menempatkan personel penata arus.

Dishub juga mengevaluasi akses keluar-masuk area mall serta melakukan penutupan sementara pada salah satu titik U-turn (putar balik) di Jalan Teuku Umar sebelum kawasan Koga (sebelum Pasar Raden Intan) guna mengurai arus keluar dari MBK.

Socrat memastikan, langkah rekayasa lalu lintas pada dasarnya bersifat fleksibel dan dinamis mengikuti pola kepadatan di lapangan.

"Ditutup atau tidaknya secara permanen, rekayasa lalu lintas itu pasti situasional melihat kondisi yang ada," pungkas Socrat.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari