Wednesday, 07 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Saat Menikah di Hadapan Jenazah Orangtua dan Adik Korban Pembunuhan di Tuba

07 October 2026 11:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Saat Menikah di Hadapan Jenazah Orangtua dan Adik Korban Pembunuhan di Tuba
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

tak ada tawa keluarga, apalagi pesta yang biasanya mengiringi hari bahagia sebuah pernikahan.

Di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Agustin Putri Rahmadini justru mengucapkan ijab kabul ketika kedua orangtuanya, Hasanah (56) dan Rahmat (69), terbujur kaku di hadapannya.

Pernikahan Agustin dengan Nasrul Safaat yang semula direncanakan dalam suasana bahagia berubah menjadi momen penuh duka setelah kedua orangtuanya bersama adiknya, Devny Kishela Putri (14), ditemukan meninggal dunia pada Senin (5/10/2026).

Rencana pernikahan yang sebelumnya tinggal menunggu waktu akhirnya tetap digelar. Bukan karena keluarga sedang bersuka cita, melainkan sebagai bentuk nazar yang ingin ditunaikan sebelum jenazah Hasanah dan Rahmat dimakamkan.

Kapolsek Banjar Agung AKP Irwansyah menjelaskan, ijab kabul berlangsung di hadapan jenazah kedua orangtua Agustin.

“Anaknya memang mau nikah di bulan-bulan ini. Kebetulan orangtuanya meninggal bulan ini,” kata Irwansyah, dilansir Kompascom, Rabu (7/10/2026).

Sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, prosesi sederhana itu berlangsung. Tidak ada pesta, tidak ada resepsi, dan tidak ada kemeriahan seperti pernikahan pada umumnya.

Hanya ijab kabul yang dilakukan oleh wali, disaksikan keluarga, sementara jenazah kedua orangtua Agustin berada di rumah.

“Nggak, ijab kabul aja. Ijab kabul aja dinikahin oleh wali di depan jenazah ibu bapaknya,” ujar Irwansyah.

Setelah prosesi selesai, ketiga jenazah kemudian dibawa untuk dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru bagi Agustin dan Nasrul itu akhirnya berjalan berdampingan dengan kehilangan yang begitu besar.

Dalam waktu yang nyaris bersamaan, Agustin bukan hanya kehilangan ayah dan ibunya, tetapi juga harus menerima kenyataan bahwa adiknya, Devny, turut menjadi korban.

Pernikahan yang semestinya menjadi kenangan tentang kebahagiaan pun berubah menjadi peristiwa yang akan selalu mengingatkan pada hari ketika sebuah keluarga kehilangan tiga orang sekaligus.

Duka itu bermula ketika salah seorang anak korban datang ke rumah sekitar pukul 08.00 WIB. Pintu rumah dalam keadaan terkunci dan tidak ada jawaban ketika orangtuanya dipanggil.

Pintu akhirnya dibuka secara paksa. Di dalam rumah, Hasanah, Rahmat, dan Devny ditemukan telah meninggal dunia.

“Memang anaknya itu yang melaporkan. Kita dapat WhatsApp dari anak korban dalam keadaan histeris memberitahukan orangtuanya ditusuk,” ungkap Irwansyah.

Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi dan menemukan ketiga korban mengalami luka akibat benda tajam dan benda tumpul.

Polisi kemudian mengidentifikasi AF (35), adik kandung Hasanah, sebagai terduga pelaku dalam tragedi tersebut.

Di tengah proses penyelidikan atas kematian tiga anggota keluarganya, Agustin harus melangkah memasuki kehidupan baru dengan perasaan yang jauh dari bahagia.

Ijab kabul itu menjadi saksi bahwa di balik sebuah pernikahan, ada duka yang begitu dalam, sebuah janji untuk melanjutkan hidup ketika orang-orang yang paling diharapkan hadir justru telah pergi untuk selamanya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari