BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan pendataan terhadap toilet sekolah yang rusak, tidak layak digunakan maupun tidak memiliki fasilitas air yang memadai di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Barat. Pendataan tersebut dinilai penting agar fasilitas sanitasi yang bermasalah dapat segera diperbaiki dan tidak mengganggu kenyamanan maupun kesehatan para siswa.
Hal tersebut disampaikan Parosil saat menghadiri acara pembagian seragam sekolah gratis di SMPN 1 Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, Jumat (2/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Parosil menekankan bahwa perhatian terhadap lingkungan sekolah tidak hanya sebatas kondisi ruang kelas dan bangunan utama, tetapi juga mencakup kebersihan serta kelayakan fasilitas pendukung, termasuk toilet sekolah.
Parosil meminta sekolah yang memiliki toilet rusak atau tidak berfungsi segera melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan. Ia menginstruksikan agar toilet sekolah yang kondisinya sudah tidak layak didata secara menyeluruh sehingga pemerintah daerah dapat mengetahui kebutuhan perbaikan dan menentukan tindak lanjut terhadap fasilitas tersebut.
"Toilet yang tidak berfungsi lapor ke Dinas Pendidikan. Ruangan bagus tapi toilet bau, jelek, airnya enggak ada, kasihan sama anak-anak. Bisa menimbulkan penyakit," kata Parosil. Menurutnya, fasilitas sanitasi merupakan bagian penting dari lingkungan pendidikan karena digunakan setiap hari oleh siswa maupun tenaga pendidik.
Selain meminta pendataan toilet, Parosil juga menyoroti kondisi lingkungan SMPN 1 Pagar Dewa yang menurut pengamatannya masih perlu ditata agar lebih rapi dan nyaman. Ia meminta pihak sekolah melibatkan orang tua siswa melalui acara gotong royong untuk membenahi lingkungan sekolah yang dapat dikerjakan secara bersama-sama.
Parosil mengungkapkan, pemerintah daerah juga akan memberikan perhatian terhadap kebutuhan penataan sekolah tersebut. Ia menyebut infrastruktur dan pengembangan bagian pagar sekolah direncanakan pada 2027. Penataan lingkungan sekolah, kata dia, diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman sehingga kepala sekolah, guru dan siswa merasa betah berada di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan itu, Parosil juga mengajak masyarakat serta seluruh aparat pemerintah pekon dan instansi terkait untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan masing-masing. Ia meminta semangat gotong royong kembali diperkuat dan tidak hanya dilakukan ketika masyarakat mendapatkan permintaan dari pemerintah atau pihak tertentu.
"Kalau sekolahnya tidak tertata dengan rapi, jorok, malas, termasuk juga toilet. Tolong toilet yang tidak berfungsi lapor ke Dinas Pendidikan. Kamar mandi sekolah-sekolah yang rusak, jelek, didata, diperbaiki, kita baguskan," tegasnya. Parosil menekankan bahwa pembenahan fasilitas sanitasi merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan layak bagi anak-anak.
Parosil menggarisbawahi, kebersihan lingkungan sekolah harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, pihak sekolah, orang tua siswa maupun masyarakat. Dengan pendataan dan perbaikan fasilitas yang rusak, khususnya toilet dan sarana sanitasi, pemerintah daerah mengharapkan lingkungan sekolah di Lampung Barat menjadi lebih bersih, tertata dan nyaman untuk mendukung proses belajar mengajar. "Kita tahu kebersihan itu sebagian dari iman," pungkasnya. (*)