Sunday, 06 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Erupsi Menerus Anak Krakatau Berhenti, Awan Abu Sempat Capai 15.200 Meter

06 September 2026 09:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Erupsi Menerus Anak Krakatau Berhenti, Awan Abu Sempat Capai 15.200 Meter
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(6/9/2026) dini hari.

Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rioboniek Situmorang, melaporkan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api, erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berhenti pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

"Meski erupsi menerus berhenti, aktivitas kegempaan masih tercatat. Dalam periode pengamatan tersebut, terjadi satu kali gempa letusan dengan amplitudo 46 mm dan durasi 30 detik, " ungkapnya. 

Selain itu, tercatat dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 25-34 mm dan durasi 38-47 detik.

PVMBG juga mencatat 14 kali gempa low frequency dengan amplitudo 25-36 mm dan durasi 4-15 detik. Kemudian, sembilan kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 12-34 mm dan durasi 5-22 detik.

Sementara itu, gempa vulkanik dangkal tercatat satu kali dengan amplitudo 14 mm dan durasi 13 detik.

Tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 8-45 mm, dominan 15 mm. 

"Dari hasil pengamatan visual, kondisi gunung tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati, sementara CCTV visual di lapangan dalam kondisi tidak aktif, " katanya. 

Situmorang menjelaskan, kondisi meteorologi di sekitar gunung terpantau berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat laut, dengan suhu udara 26-27 derajat Celsius dan kelembapan 78-80 persen.

PVMBG memastikan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).

"Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif, " himbaunya. 

Sebelumnya, berdasarkan pengamatan citra satelit dan model sebaran VAAC (Volcanic Ash Advisory Center) atau peringatan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) pada 5 September 2026, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga terpantau menghasilkan sebaran awan abu vulkanik pada ketinggian sangat tinggi.

Awan abu vulkanik terdeteksi menerus hingga ketinggian FL500 atau sekitar 50.000 kaki, setara 15.200 meter di atas permukaan laut. Sebaran abu pada lapisan atas tersebut bergerak ke arah barat.

Sementara itu, awan abu pada lapisan menengah terdeteksi hingga ketinggian FL200 atau sekitar 20.000 kaki atau 6.100 meter. Sebarannya bergerak dari arah selatan menuju tenggara.

Untuk periode 5 September 2026 pukul 08.10-14.10 UTC, abu vulkanik diprakirakan bergerak dominan ke arah barat pada lapisan atas dan ke arah tenggara pada lapisan menengah.

Kemudian pada periode 5 September 2026 pukul 20.10 UTC hingga 6 September 2026 pukul 02.10 UTC, awan abu diproyeksikan terus menyebar ke arah barat dan tenggara.

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak paparan abu tipis, khususnya kawasan pesisir Selat Sunda, Banten dan Lampung yang dilintasi sebaran abu, diimbau menggunakan masker, seperti N95 atau masker medis, serta kacamata saat beraktivitas di luar ruangan.

Warga juga diminta menutup rapat penampungan air bersih dan makanan agar tidak terpapar abu vulkanik yang mengandung silika.

Sementara bagi sektor penerbangan, sebaran awan abu vulkanik berpotensi mengganggu jalur penerbangan di wilayah Selat Sunda dan sekitarnya hingga ketinggian 50.000 kaki. (*) 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari