Thursday, 01 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Jihan Nurlela: Deteksi Dini Jadi Kunci, Penanganan Kanker Harus Dimulai dari Hulu

01 October 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Jihan Nurlela: Deteksi Dini Jadi Kunci, Penanganan Kanker Harus Dimulai dari Hulu
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pemprov Lampung mendorong penguatan deteksi dini kanker melalui layanan kesehatan primer, agar masyarakat dapat mengenali risiko penyakit dan mendapatkan pemeriksaan lebih cepat tanpa harus menunggu munculnya keluhan berat.

Upaya tersebut disampaikan Wakil Orang nomor satu di Lampung Jihan Nurlela saat menghadiri bakti sosial bertema “Deteksi Dini Kanker Payudara” yang digelar Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) di Auditorium Cinema RS Abdul Moeloek Provinsi Lampung, Kamis (1/10/2026).

agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERABOI ke-29 yang berlangsung di Lampung. Selain memberikan edukasi, agenda diisi dengan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara bagi masyarakat.

Jihan menyampaikan, penanganan kanker tidak dapat hanya bertumpu pada layanan rumah sakit. Upaya pencegahan dan deteksi dini perlu dimulai dari fasilitas kesehatan primer yang paling dekat dengan masyarakat.

“Kita harus mengurainya sejak dari hulunya. Dari hulunya itu adalah deteksi dini,” kata Jihan.

Menurutnya, salah satu upaya yang perlu diperkuat adalah optimalisasi Posyandu Dewasa dalam skema Integrasi Layanan Primer (ILP). Layanan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah dan dekat.

Jihan mengakui implementasi ILP di lapangan masih membutuhkan penguatan, terutama dari sisi sosialisasi dan pelaksanaan pelayanan. Karena itu, Pemprov Lampung terus mendorong optimalisasi layanan primer agar tidak hanya berfungsi ketika masyarakat sudah sakit, tetapi juga aktif dalam upaya pencegahan dan deteksi berbagai penyakit.

"Penguatan layanan primer, juga harus dibarengi dengan kesiapan sarana dan sumber daya manusia. Ketersediaan alat ultrasonografi (USG) di puskesmas, misalnya, perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan tenaga kesehatan agar pemeriksaan dapat dimanfaatkan secara optimal," sambungnya.

Selain memperkuat deteksi dini di tingkat puskesmas, Pemprov Lampung juga terus mengembangkan layanan kanker di RS Abdul Moeloek sebagai rumah sakit rujukan di Provinsi Lampung.

Jihan menyampaikan layanan kemoterapi saat ini telah tersedia. Pemerintah daerah juga mempersiapkan pengembangan layanan radioterapi serta pemanfaatan teknologi nuklir untuk mendukung penanganan pasien kanker.

“Kita hampir lengkap sebetulnya pelayanan di Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk pelayanan kanker. Kemoterapinya tentunya sudah ada dan nanti kita segera menyusul radiasi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia PIT PERABOI ke-29, dr. Bintang Abadi Siregar, Sp.B (K) Onk, menyampaikan penguatan deteksi dini penting karena kanker payudara masih menjadi salah satu kanker dengan angka kejadian tinggi di Indonesia maupun dunia.

Persoalannya, masih banyak masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa tidak adanya keluhan berarti tidak ada penyakit.

Padahal, kanker pada tahap awal tidak selalu menimbulkan gejala yang dirasakan pasien.

"Jangan menunggu sampai timbul keluhan berat untuk memeriksakan diri,” kata dr. Bintang.

Ia mendorong masyarakat untuk mengenali kondisi payudara melalui SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan melakukan pemeriksaan klinis atau SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis).

Ia juga mengajak keluarga, khususnya pasangan, untuk ikut terlibat dalam memperhatikan perubahan pada payudara melalui pemeriksaan yang diperkenalkannya sebagai SADAMI (Periksa Payudara oleh Suami).

“Deteksi dini ini juga merupakan suatu kepedulian terhadap diri sendiri, terhadap keluarga, dan terhadap orang-orang yang kita cintai,” ujarnya.

Menurut dr. Bintang, Posyandu Dewasa juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas deteksi dini sehingga masyarakat tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan.

“Alangkah baiknya kalau di puskesmas, PPK 1 itu mengadakan Posyandu Dewasa. Kalau itu dilakukan, deteksi dini lebih cepat dilakukan,” katanya.

Perwakilan Ketua PERABOI, dr. Rian Febian Sofyan, SpB, Subso, Onk(K), menyampaikan deteksi dini menjadi bagian penting dalam penanganan kanker karena semakin cepat penyakit ditemukan, semakin banyak pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan.

“Semakin dini kita temukan kankernya, angka survival-nya makin baik, angka kesembuhannya makin baik, angka kekambuhannya makin kecil, dan kualitas hidupnya makin baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk memeriksakan diri apabila menemukan perubahan yang tidak biasa, seperti benjolan, luka yang tidak kunjung sembuh dalam waktu sekitar dua minggu, atau perubahan pada payudara maupun bagian tubuh lainnya.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa tidak semua keluhan tersebut merupakan kanker. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi pasien.

“Memang tidak semua keluhan-keluhan tersebut adalah kanker, namun pemeriksaan sejak dini akan memberikan kepastian sekaligus memungkinkan penanganan yang lebih cepat, tepat, dan optimal,” katanya.

Menurut dr. Rian, deteksi dini juga perlu diperkuat untuk berbagai jenis kanker lainnya, termasuk kanker kepala dan leher, tiroid, kulit, serta jaringan lunak.

Melalui penguatan layanan primer dan pengembangan layanan di rumah sakit, upaya penanggulangan kanker di Lampung diarahkan tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan, deteksi dini, dan peningkatan kualitas hidup pasien.

“agenda ini bukan semata-mata mengobati kanker, melainkan menemukan penyakit sedini mungkin, memberikan terapi terbaik, meningkatkan kualitas hidup, dan menyelamatkan lebih banyak pasien,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari