BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
46 anggota Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Lampung Barat mulai dimatangkan menjelang keikutsertaan pada MTQ ke-53 tingkat Provinsi Lampung yang akan berlangsung di Kabupaten Lampung Selatan pada 24 hingga 31 Oktober 2026.
Persiapan tersebut tidak hanya difokuskan pada kemampuan peserta menghadapi cabang yang akan dilombakan. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menaruh perhatian pada kesiapan mental, kedisiplinan, kesehatan, kekompakan hingga sikap peserta selama berada di arena MTQ.
Pemantapan dilakukan melalui pembinaan Kafilah MTQ yang mempertemukan peserta, pelatih dan official di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi salah satu tahapan akhir untuk mengevaluasi sekaligus memastikan kesiapan kafilah sebelum bertolak mengikuti ajang tingkat Provinsi Lampung.
Kafilah Lampung Barat yang dipersiapkan untuk mengikuti MTQ ke-53 terdiri dari 21 peserta, 10 pelatih dan 15 pendamping.
Dengan komposisi tersebut, pemerintah daerah menginginkan seluruh unsur kafilah dapat menjalankan perannya masing-masing secara maksimal selama pelaksanaan MTQ berlangsung.
Sekretaris Daerah Lampung Barat Drs. Nukman, M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lampung Barat, menyampaikan pembinaan dilakukan untuk memantapkan kesiapan peserta sebelum menghadapi kompetisi di tingkat provinsi.
Menurut Nukman, waktu pelaksanaan MTQ ke-53 yang semakin dekat harus dimanfaatkan para peserta untuk meningkatkan kemampuan. Latihan secara disiplin dan konsisten menjadi bagian penting agar peserta dapat tampil lebih siap ketika memasuki arena perlombaan.
“Pembinaan ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus pemantapan. Kita ingin seluruh peserta benar-benar siap ketika berada di arena MTQ, baik dari sisi kemampuan, mental maupun sikap,” ujar Nukman.
Ia menekankan, persiapan kafilah tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan teknis pada masing-masing cabang.
Peserta juga perlu memiliki kesiapan mental untuk menghadapi suasana perlombaan, menjaga konsentrasi serta mampu mengikuti seluruh arahan yang diberikan oleh pelatih dan pendamping.
Hal tersebut menjadi penting karena MTQ tingkat Provinsi Lampung bukan hanya membawa nama pribadi peserta, tetapi juga membawa nama Kabupaten Lampung Barat.
Karena itu, setiap anggota kafilah diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga sikap selama mengikuti seluruh rangkaian acara.
Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan perolehan juara sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti MTQ.
Menurutnya, keikutsertaan dalam MTQ harus diawali dengan niat yang baik karena acara tersebut memiliki makna sebagai bagian dari syiar Islam.
“Musabaqah Tilawatil Quran bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari syiar Islam dan sarana untuk menumbuhkan kecintaan kita terhadap Al-Quran, baik dalam membaca, menghafal, memahami maupun mengamalkannya,” kata Mad Hasnurin.
Ia menyampaikan, MTQ juga diharapkan mampu menjadi ruang untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Karena waktu pelaksanaan semakin dekat, Mad Hasnurin meminta seluruh peserta memanfaatkan sisa waktu dengan sebaik-baiknya.
Peserta diminta bersungguh-sungguh menjalani latihan, disiplin mengikuti arahan pelatih serta menjaga kondisi kesehatan agar dapat tampil maksimal saat perlombaan.
Selain itu, ia berpesan agar seluruh peserta terlebih dahulu meluruskan niat dalam mengikuti MTQ. Keikutsertaan dalam ajang tersebut hendaknya dipandang sebagai bagian dari ibadah sekaligus kesempatan untuk membawa nama baik Lampung Barat, bukan semata-mata mengejar gelar juara.
Mad Hasnurin juga mengingatkan pentingnya kekompakan, akhlak dan sportivitas selama berada di Kabupaten Lampung Selatan.
Apa pun hasil yang diperoleh nantinya, peserta diminta menerimanya dengan lapang dada setelah memberikan kemampuan terbaik melalui proses latihan dan persiapan yang telah dilakukan.
“Jaga kekompakan dan akhlak. Tunjukkan bahwa kafilah Kabupaten Lampung Barat tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang baik,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, kata Mad Hasnurin, akan terus memberikan dukungan terhadap proses pembinaan kafilah.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi dalam ajang MTQ, tetapi juga ikut mendorong lahirnya generasi yang mencintai, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.