BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kota Bandar Lampung membawa satu pesan kuat: kontraktor lokal harus mendapat ruang dan kesempatan yang adil dalam infrastruktur dan pengembangan daerah.
Pesan tersebut ditegaskan Muhammad Yunizar setelah resmi terpilih memimpin DPC Gapeksindo Kota Bandar Lampung masa bakti 2026-2031. Yunizar bersama jajaran pengurus dilantik di Hotel Amalia, Rabu (16/9/2026).
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan dan forkopimda.
Yunizar menuturkan, Gapeksindo tidak ingin hanya menjadi organisasi yang menaungi para pelaksana jasa konstruksi. Ke depan, organisasi tersebut akan diarahkan menjadi wadah bersama untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperjuangkan iklim usaha konstruksi yang sehat.
"Kami ingin menjadikan Gapeksindo Kota Bandar Lampung sebagai rumah besar bagi seluruh kontraktor, rumah untuk berjuang bersama, belajar dan meningkatkan kompetensi, serta memperjuangkan keadilan dalam iklim usaha konstruksi yang sehat, transparan dan berintegritas," kata Yunizar.
Menurutnya, tantangan dunia jasa konstruksi semakin kompleks. Kontraktor tidak hanya dituntut mampu mengerjakan proyek, tetapi juga harus mengikuti perkembangan regulasi, digitalisasi, persaingan usaha dan tuntutan infrastruktur dan pengembangan yang berkualitas.
Karena itu, kepengurusan baru menyiapkan empat pilar kerja untuk lima tahun ke depan.
Pilar pertama yakni penguatan organisasi dan kelembagaan melalui penertiban administrasi serta pendataan anggota. Gapeksindo juga akan mendorong seluruh anggotanya memiliki legalitas usaha, Sertifikat Badan Usaha (SBU), serta Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) tenaga ahli yang valid.
Pilar kedua menyangkut peningkatan kompetensi dan kesejahteraan anggota. Gapeksindo akan memperbanyak pelatihan, sertifikasi hingga bimbingan teknis bagi para kontraktor.
"Target kami selama lima tahun ke depan, seluruh anggota Gapeksindo Bandar Lampung memiliki kompetensi yang siap bersaing, baik di tingkat daerah, provinsi maupun nasional," ujarnya.
Sementara pilar ketiga menjadi perhatian khusus, yakni memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Gapeksindo mengemukakan siap menjadi mitra strategis Pemkot dalam mendukung infrastruktur dan pengembangan infrastruktur. Namun, Yunizar menekankan agar kontraktor lokal tidak hanya menjadi penonton dalam infrastruktur dan pengembangan di daerahnya sendiri.
"Kontraktor lokal harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri," tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Gapeksindo juga akan menjalankan pilar keempat berupa advokasi dan perlindungan hukum bagi anggota.
Organisasi tersebut akan mengawal kepentingan anggota, termasuk mendorong proses lelang yang adil serta memberikan pendampingan apabila anggota menghadapi persoalan hukum.
"Kami akan hadir untuk memperjuangkan hak-hak anggota, mengawal proses lelang yang adil, serta memberikan pendampingan hukum agar tidak ada lagi anggota yang dirugikan," katanya.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan menyambut baik regenerasi kepengurusan DPC Gapeksindo Kota Bandar Lampung.
Ia menuturkan, Gapeksindo memiliki posisi strategis sebagai wadah para kontraktor untuk menghimpun diri, menyampaikan persoalan yang dihadapi pelaku usaha, sekaligus mencari solusi bersama.
Iwan memiliki harapan kepengurusan baru dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan Pemkot Bandar Lampung, terutama dalam mendukung infrastruktur dan pengembangan infrastruktur yang berkualitas, aman dan berkelanjutan.
Terkait pengawasan proyek infrastruktur dan pengembangan, Iwan menjelaskan mekanismenya telah diatur melalui regulasi. Dalam pelaksanaan infrastruktur dan pengembangan terdapat pembagian peran antara pihak perencana, pelaksana dan pengawas.
Karena itu, menurutnya, keberadaan asosiasi kontraktor merupakan bagian dari ekosistem jasa konstruksi di daerah.
"Memegang peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan," ujar Iwan.
Ia pun memiliki harapan DPC Gapeksindo Kota Bandar Lampung periode 2026-2031 dapat semakin solid dan transparan serta melahirkan program yang berdampak bagi anggota maupun masyarakat.
"Saya yakin di bawah kepemimpinan dan kepengurusan yang baru ini, DPC Gapeksindo Kota Bandar Lampung akan semakin solid, transparan, dan dapat melahirkan program kerja yang berdampak nyata, tidak hanya bagi para anggotanya, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat luas," katanya.
Iwan kemudian mengajak seluruh pengurus baru untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.
"Mari kita satukan langkah, merapatkan barisan, dan tingkatkan kolaborasi demi terwujudnya Bandar Lampung yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan," pungkasnya. (*)